Halaman

Kamis, 31 Mei 2012

Tips Menghindari Serangan Virus

Virus. Nama ini tidaklah asing lagi bagi kita. Tapi bukan virus flu babi lho yang sedang melanda beberapa negara di dunia. Kita ngomongin masalah virus komputer. Mungkin banyak sekali diantara kita yang pernah kena serangan virus. Bikin pusing khan? Komputer jadi lambat, file hilang bahkan yang paling parah sistem Windows yang rusak. Kalau uda gini mesti install ulang lagi.
Nah, agar komputer kita ga kena virus lagi atau ga gampang kena virus. Ada baiknya kita mencegahnya masuk ke sistem komputer kita. Emang sie ada beberapa dari kita yang punya antivirus yang handal. Tapi itu bukan jaminan komputer kita ga akan kena virus. Sehandal apapun antivirus, jika ga pernah diupdate sama saja ga bisa ngenalin virus baru. Selain itu, biarpun kita uda rajin update jika ada varian virus yang sangat-sangat baru bisa aja komputer kita kena virus. Lagian ga ada salahnya kan kita mencegah dari pada mengobati?
Oleh karena itu, ada baiknya kita tahu cara kerja virus agar kita bisa mencegah virus masuk ke sistem komputer kita. Selain menginstal Antivurs pada komputer dan melakukan scan virus terlebih dahulu sebelum mengakses file pada removeable drive, ada beberapa cara mencegah virus agar tidak bisa menginfeksi komputer kita, yaitu:
1. Matikan Fitur Autorun
Windows secara default memberikan mengaktifkan fitur autorun-nya. Jadi jika kita memasukkan removable disk seperti CD, DVD, Flashdisk dan lainnya maka windows akan memberikan kita pilihan atas removable drive tersebut. Entah memutar file multimedia yang ada drive tersebut atau membukanya di windows explorer. Fitur ini sedikit memberikan kemudahan pada kita, yaitu kita ga usah membuka aplikasi lagi misalnya Winamp untuk membuka file mp3 yang ada pada flash disk kita. Atau membuka explorer lagi untuk melihat isi flashdisk kita. Karena dengan hanya mengklik pilihan dan menekan tombol OK maka apa yang kita ingin lakukan pada file dalam flashdisk tersebut sudah cukup.
Tetapi fitur inilah yang sering dimanfaatkan oleh para virus maker (istilah kerennya pembuat virus) untuk menyebarkan virus buatan mereka. Caranya mereka akan membuat sebuah file bernama autorun.inf yang akan menjalankan file virus secara otomatis jika flashdisk kita colokkan pada komputer. Jadi, tanpa didouble klik pun file virus tersebut sudah berjalan.
Agar hal ini tidak terjadi, maka perlu kiranya kita menonaktifkan fitur autorun tersebut. Memang sih kita kehilangan fitur yang memudahkan kita. Tapi saya rasa sepadan dengan keamanan yang kita peroleh. Untuk menonkatifkan fitur autorun, ada beberapa langkah yang mesti kita lakukan yaitu:
·         Klik tombol start kemudian klik run. Pada kotak dialog run ketik “gpedit.msc” (tanpa tanda kutip) dan tekan enter.
·         Setelah jendela Group Policy muncul, pada bagian User Configuration pilih Administrative Template, kemudian klik pada node System.
·         Pada jendela bagian kanan double klik Turn Off Autoplay .
·         Pada jendela Turn off Autoplay properties yang muncul pada tab Setting tandai pilihan Enable. Setelah itu, pada pilihan Turn off autopaly on pilihlah All Drives agar fitur autoplay pada semua removable drive tidak diaktifkan.
·         Terakhir klik tombol OK dan tutup jendela Group Policy.
Sekarang cobalah masukkan Falshdisk atau CD Anda, apakah jendela autoplay masih muncul? Jika tidak, berarti fitur autoplay sudah tidak aktif. Jika masih muncul berarti ada yang salah dengan seting tadi. Coba ulangi langkah-langkah di atas.
2. Periksa flash disk
Flashdisk merupakan media yang paling sering digunakan sebagi media penyebaran virus. Maka sebelum mengakses file yang ada di dalam flashdisk ada baiknya scanlah flashdisk Anda dengan Antivirus yang ada pada komputer jika sempat dipergunakan pada komputer teman, komputer kantor atau komputer lainnya. Jika Antivirus tidak menemukan virus di dalamnya bukan berarti aman. Kenapa? Karena mungkin saja virus varian baru yang belum dikenali antivirus sudah ada di flashdisk Anda. Cara mengetahuinya adalah dengan memeriksa flash disk Anda apakah ada sebuah file yang bernama autorun.inf. Mengapa autorun.inf? Karena virus yang banyak beredar sekarang memanfaatkan file ini dalam penyebarannya seperti yang telah saya bahas diatas. Sebelumnya, setlah agar Windows menampilkan file yang beratribut hidden dan system. Kenapa mesti begitu? Karena umunya virus akan menset file autorun.inf dan file virusnya dengan atribut hidden dan system. Jadi jika dalam setingan default Windows kita tidak akan melihat file tersebut. Cara menampilkan file beratribut hidden dan system adalah dengan memilih menu Tools kemudian Folder Options pada jendela Windows Explorer.

Setelah jendela Folder Options muncul, tandai pilihan “Show hidden files and folder” dan hilangkan tanda centang pada pilihan “Hide protected operating system files (Recommended)”.
Setelah itu klik OK. Jika file autorun.inf ini ada pada flashdisk tanpa Anda pernah membuatnya atau sebelumnya tidak pernah ada, kemungkinan besar sebuah virus telah mengcopy dirinya ke flashdisk Anda.
Agar kita tahu yang mana file virus tersebut, bukalah file autorun.inf tersebut. Biasanya secara default windows akan membukanya dengan program Notepad. Jangan takut, ini bukan file virusnya lho. File ini merupakan pemicu agar virus berjalan otomatis jika flashdisk dicolokkan ke komputer. Setelah file tersebut dibuka dengan notepad, carilah kata “open” (tanpa tanda kutip). Jika ketemu, setelah kata “open” tersebut biasanya diikuti dengan tanda “=” dan beberapa kata dibelakangnya
Nah kata virus.exe inilah yang merupakan file virus tersebut. Carilah file tersebut di flashdisk Anda. Jika tidak ketemu, gunakan fungsi Search pada Windows Explorer. Ingat tandai pilihan “Search hidden files and folders” pada More Advanced Options.
Jika file tersebut ketemu, segeralah hapus. Jika ada peringatan bahwa file tersebut adalah file system lanjutkan saja dengan mengklik yes. Ada baiknya file autorun.inf juga dihapus. Agar jika dikemudian hari ada virus yang mengcopy dirinya ke flashdisk Anda dan menempatkan file autorun.inf Anda bisa dengan cepat mengetahuinya.
Catatan:
Ada beberapa produsen flashdisk yang memberikan aplikasi pada flashdisk mereka yang biasanya memanfaatkan file autorun.inf agar aplikasi tersebut berjalan secara automatis. Usahakan Anda mengetahui hal ini dan file apa yang dijalakan autorun.inf tersebut. Agar Anda tidak salah dan menganggapnya virus kemudian menghapusnya.
3. Hilangkan kebiasaan asal double klik.
Salah satu penyebab komputer kita bisa terserang virus adalah karena kekurang telitian kita sendiri yaitu kita sering kali kurang teliti dalam membuka file atau folder yang ada pada Flashdisk kita dengan melakukan double klik atau tekan enter pada keyboard.
Mengapa hal ini menyebabkan virus bisa menginfeksi system kita? Padahal 2 langkah diatas telah dilakukan. Mungkin Anda akan bertanya seperti itu? Hal ini perlu kita perhatikan karena mungkin saja sebuah virus memang sengaja membuat file autorun.inf pada flashdisk agar user tidak curiga. Dia memanfaatkan kecerobihan user yang tidak sengaja menjalankan dirinya dengan mendouble klik file virus tersebut.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena sekarang ini banyak sekali virus yang mempunyai icon seperti folder, word dokumen, mp3 atau file yang kebanyak pemakai komputer miliki. Dan biasanya virus akan menamakan dirinya mirip dengan folder atau file yang ada di flashdisk kita sesuai dengan icon dirinya dan menyembunyikan folder atau file yang asli dengan menset atributnya menjadi hidden. Misalkan jika virus tersebut bericon seperti folder maka dia akan mengcopy dirinya dengan nama-nama folder yang ada flashdisk dan menyembunyikan atau bahkan menghapus folder yang asli.
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan untuk mencegah hal tersebut terjadi antara lain:
·         Jika Anda ingin membuka sebuah folder pada flashdisk, usahakan tidak melakukan double klik pada folder tersebut. Karena jika ada virus bericon menyerupai folder yang Anda double klik maka virus tersebut pasti akan menyebar pada komputer. Trus gimana bisa melihat isi folder tersebut? Caranya kliklah folder yang ada pada tree view yang ada disebelah kiri jendela explorer maka isi dari folder akan terlihat pada jendela sebelah kanan explorer. Jika tree view tersebut tidak ada pada jendela explorer Anda, kliklah tombol Folder yang ada pada Toolbar windows explorer maka tree view akan mucul. Jika memang sebuah folder maka akan kelihatan pada tree view tersebut.
·         Jika Anda kurang suka dengan munculnya tree view pada jendela explorer atau file yang ingin dibuka bukanlah sebuah folder. Tetapi Anda khawatir virusnya bericon mirip dokumen word atau file mp3. Ada cara lain untuk mengatasinya yaitu dengan melihat ekstensi file tersebut. Jika ekstensi sebuah file adalah .exe tetapi iconnya mirip dokumen word atau yang lain maka bisa dipastikan file tersbut adalah sebua virus. Atau bisa juga dengan cara menset agar file ditampilkan secara detail dengan mengklik menu View pada explorer kemudian pilih Details. Jika sebuah folder atau dokumen word memiliki Type file Application, mungkin file tersebut adalah virus
4. Update Antivirus secara berkala
Antivirus saya sudah yang terbaru dan mahal lho apa perlu diupdate? Pertanyaan itu sering saya terima dari teman-teman saya. Antivirus yang terbaru dan mahal bukan jaminan bisa mengenali semua virus karena mungkin saja virus itu dibuat setelah Antivirus itu dibuat. Jadi virus tersebut tidak akan ada pada database Antivirus tersebut. Kebanyakan Antivirus dapat mengenali virus karena virus tersebut ada pada database virus mereka. Jika tidak, virus tersebut tidak akan dikenali.
Jadi update Antivirus sangat dibutuhkan yaitu untuk menambahkan nama-nama virus baru pada daftar virus yang ada pada database virus Antivirus tersebut. Seberapa sering Antivirus harus diupdate? Kalau bisa setiap hari sie. Tapi kalau Anda tidak mempunyai sambungan internet atau ga bisa tiap hari download virus defenition di Warnet karena ga ada waktu atau ga da duit, paling tidak seminggu sekali sudah cukup. Tapi tidak jamin lho Antivirusnya up to date

Senin, 28 Mei 2012

Membuat Proxy Server sederhana di Windows XP menggunakan Privoxy

Bagi pengguna Linux tingkat intermediate dan expert mungkin sudah biasa dengan software squid untuk men-sharing koneksi internet, walau bukan tidak mungkin juga squid digunakan dalam operating system windows. Sesuai dengan judul nya, kita akan membuat sebuah proxy server berbasis http di Operating System berbasis Windows XP untuk para nubie dengan menggunakan software Privoxy. Privoxy adalah sebuah tools gratis untuk membuat proxy server di Windows yang sebetulnya sangat powerfull jika kita dapat melakukan konfigurasi pada seluruh file konfigurasi dan pendukungnya.
Dalam bahasan kali ini kita hanya akan melakukan konfigurasi sederhana dalam privoxy untuk dapat melakukan/memberikan share koneksi internet kita melalui Windows XP ke komputer lainnya dalam suatu jaringan. Tutorial ini bisa dipergunakan untuk kalangan pribadi atau umum (tidak disarankan). Saya rasa sudah cukup prolognya dan sekarang kita akan memulai praktek pembuatan proxy server di windows xp dengan menggunakan Privoxy.
Persiapan yang diperlukan :
1. Komputer OS Windows XP (server) terhubung dengan internet.
2. Komputer Client (untuk uji coba boleh Windows atau operating system lainnya).
3. Kabel LAN dan/atau Switch/hub (penghubung 2 komputer tersebut).
4. Software Privoxy bisa diunduh di >> https://sourceforge.net/projects/ijbswa/files/
5. Kopi plus rokok :D
6. Doa dan keberanian serta semangat untuk belajar (OOT :D ).
Ok kita mulai saja prakteknya, saya anggap persiapan nomor 1 sampai 4 sudah tersedia semua. Selanjutnya kita bisa lakukan penginstalan software privoxy yang telah didownload tadi dengan mengikuti tahapan selayaknya penginstalan software lainnya (next – next sampe finish :D ).
Setelah selesai penginstalan Privoxy di komputer Windows XP tadi, perlu kita aktifkan dulu fasilitas IP Forwarding yang tersembunyi di Windows XP tadi, caranya Start – Run – regedit, lalu :
1. Cari key:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters
2. Buat sebuah key atau rubah valuenya jika sudah ada:
Value Name: IPEnableRouter
Value type: REG_DWORD
Value Data: 1
3. Keluar dari registry editor.
Selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi/setting di privoxy, tapi sebelum itu dalam praktek ini saya menggunakan beberapa settingan IP di komputer saya:
IP LAN Server : 10.24.0.24/24
IP LAN client : 10.24.0.25/24
Untuk koneksi internet di komputer server saya menggunakan modem 3G dan dianggap sudah tersambung alias online. Next, buka software Privoxy anda yang nantinya akan ada tampilan seperti dibawah ini :
http://i41.tinypic.com/xlb584.jpg
Selanjutnya kita akan merubah konfigurasi/setting dari privoxy tersebut secara sederhana melalui menu Options – Edit Main Configuration, akan terbuka sebuah jendela notepad berjudul config.txt
http://i43.tinypic.com/v5wrnn.jpg
File config asli tersebut sebaiknya kita simpan dengan nama lain agar dilain waktu dapat kita pelajari kembali lebih jauh sehingga membuat privoxy kita lebh powerfull, di screen shoot diatas saya simpan dengan menggunakan nama config1.txt. Selanjutnya close dulu file config asli tadi yang telah kita ganti nama. Kemudian kita buka lagi config privoxy melalui cara sebelumnya lalu kita delete seluruh isinya. Lho koq seluruhnya ??? pasti banyak yang bertanya hal demikian, ini dikarenakan kita akan membuat sebuah config sederhana dengan menggunakan beberapa config dasar sehingga dapat dijadikan sebuah proxy server sederhana ;)
Dalam jendela config yang kosong tadi kita isikan beberapa baris kode sebagai berikut :
user-manual /Program Files/Privoxy/doc/user-manual
admin-address [email anda]
confdir .
logdir .
debug 1 #menampilkan seluruh log ke server
logfile privoxy.log #memberikan nama file log
log-messages   1 #seluruh koneksi akan di catat di file log server
listen-address  10.24.0.24:9192 #ip server dan port yang akan listen (diset di client).
permit-access 10.24.0.0/24 #ip network yang diijinkan menggunakan server proxy ini
toggle  0
enable-remote-toggle  0
enable-remote-http-toggle  0
enable-edit-actions 0
enforce-blocks 1
buffer-limit 4096
forwarded-connect-retries  20
accept-intercepted-requests 1
allow-cgi-request-crunching 0
split-large-forms 0
keep-alive-timeout 300
socket-timeout 300
activity-animation   1
log-max-lines 2000
log-highlight-messages 1
log-font-name Comic Sans MS
log-font-size 10
Setelah itu kita save dan tutup jendela config tadi, kemudian kita kembali ke jendela privoxy dan klik menu Option – enable untuk menjalankan configurasi yang telah kita tuliskan tadi.
http://i39.tinypic.com/10gkx1y.jpg
Sebagai langkah terakhir kita test di komputer client (dalam hal ini saya menggunakan komputer dengan Operating System Linux Ubuntu Muslim Edition) dengan menambahkan proxy sesuai dengan yang dituliskan di config privoxy komputer server tadi (10.24.0.24:9192) dan alhasil komputer client linux tersebut bisa berselancar ke dunia maya dengan menggunakan koneksi server proxy di windows.
http://i40.tinypic.com/x5rt5f.jpg
Nah, akhirnya kita selesai juga membuat sebuah proxy server sederhana di operating system Windows XP. Untuk Pengembangan selanjutnya nantikan artikel saya yang lainnya.


Info ini saya dapat dari : http://nathangustiryan.wordpress.com/2010/03/30/membuat-proxy-server-sederhana-di-windows-xp-menggunakan-privoxy/

Icon Ms.Office hilang

icon hilang tetapi masih bisa untuk digunakan










ANALISA AKAR PERMASALAHAN

Problem tsb dikarenakan file Icon-icon aplikasi tsb hilang, file tsb berada dalam “C:\WINDOWS\Installer”

LANGKAH PENYELESAIAN

1.      Tampilkan semua file & folder yang tersembunyi
Buka explorer – klik tools – pilih folder Option – check show hidden file and folder

2.      Masuk ke direktori C:\Windows\Installer\ , lihat ada berapa folder dengan tanda {.......} disana bandingkan yang ada di registri, jika tidak sama , buat folder dengan nama yang sama dengan yang diregistri ( yang diperlukan saja, dimana icon tersebut dibutuhkan) Folder2 tsb merupakan tempat file Icon2 aplikasi









3.      Buka registri dan find key "C:\Windows\Installer\"









4.      Lakukan perbandingan yang dimaksudkan pada point 2.








5.      Sekarang, cari komputer dengan OS yang sama atau padanan sama ( vista biasanya agak sama dengan Win 7 )

6.      Lakukan sebagaimana point 1,2,3

7.      Copy icon yang diperlukan.

8.      Refresh.


 Kesimpulannya :chek di “C:\WINDOWS\Installer” apakah ada folder yang berisikan icon MS. Office,jika tidak ada lebih baik mengcopy dari PC lain yang masih normal dan ditempatkan di “C:\WINDOWS\Installer”.

Cara simple cek HDD dan Belajar perintah di Command


Cara Simple Mengecek Hardisk Bad Sector yang akan kita gunakan kali ini adalah command prompt. Pengecekan terhadap hardisk ini saya rasa sangat perlu dilakukan untuk mengetahui lebih jauh keadaan hdd kita, apakah sehat wal afiyat ataukah sakit-sakitan (krn bad sector). Karena apabila hdd sudah bad sector (bagian hdd yang rusak / gangguan) itu bisa mengakibatkan kompi jadi lambat loadingnya, ata terkadang juga bisa menyebabkan HANG... disebabkan karena ketika kompi dihidupkan akses data ke media hdd itu lambat yg diakibatkan oleh bad sector tadi. Nah Cara Simple Mengecek Hardisk Bad Sector sobat dengan melakukan langkah-langkah berikut;
1. Buka command prompt (tekan tombol start + R kemudian ketik CMD
2. Setelah jendela command promt nya keluar seperti gambar di atas, ketik CHKDSK C: (untuk mengecek drive C) apabila ingin mengecek drive D dan seterusnya, tinggal ketik saja drive yg mau di cek tersebut. 
3. Setelah proses pengecekan selesai, nanti sobat bisa lihat hasilnya, apakah hdd nya terkena bad sector ato ga. Di bawah ini adalah hasil pengecekan terhadap hdd saya, dan disini ALHAMMDULILLAH hdd saya masih SEHAT WAL AFIYAT,,, he2..



Selain command yang diatas, saya akan memberikan perintah-perintah (command) dalam mengoperasikan CMD :
ADDUSERS – Memasukkan/ menambah user ke/dari file CSV.
ARP – Address Resolution Protocol
ASSOC Change – file extension associations
ASSOCIAT – One step file association
AT Schedule – Perintah untuk membuat shedule program (utk dijalankan kemudian waktu)
ATTRIB – Mengganti atribut file
BOOTCFG – Edit boot setting windows
BROWSTAT – Mencari info domain,browser dan PDC
CACLS – Mengganti/mengubah file permissions
CALL – Memanggil sebuah program batch
CD – Memindahkan ke sebuah folder tertentu.
CHANGE – Mengubah Properties pada Terminal Server
CHKDSK – Memeriksa dan memperbaiki file system
CHKNTFS – Memeriksa NTFS file system
CHOICE – Menerima input keyboard ke dalam sebuah batch file
CIPHER – Encrypt-Decrypt files/folders
CleanMgr – Membersihkan secara otomatis Temporary files, recycle bin
CLEARMEM – Membersihkan memory
CLIP – meng-Copy STDIN ke Windows clipboard.
CLS – Membersihkan layar CMD
CLUSTER – Windows Clustering
CMD – Membuka layar CMD/ command prompt
COLOR – Mengganti warna pada window CMD
COMP – Membandingkan isi dari 2 atau lebih file
COMPACT – kompres file/folder di dalam partisi NTFS
COMPRESS – kompres file individu di dalam partisi NTFS
CON2PRT – Connect atau disconnect sebuah Printer
CONVERT – Convert FAT drive menjadi NTFS.
COPY – Copy 1 atau lebih file ke lokasi tertentu
CSVDE – Import/Export Active Directory data
DATE – Menampilkan/mengatur tanggal
Dcomcnfg – DCOM Configuration Utility
DEFRAG – Defragment hard drive
DEL – Menghapus 1 atau lebih file
DELPROF – Menghapus User Profile NT
DELTREE – Menghapus sebuah folder beserta subfolder
DevCon – Device Manager Command Line Utility
DIR – Menampilkan daftar file/folder dari sebuah drive
DIRUSE – Menampilkan disk usage/kapasitas disk
DISKCOMP – Membandingkan isi dari 2 buah floppy disk
DISKCOPY – Copy isi dari sebuah floppy disk ke floppy disk lainnya
DNSSTAT – DNS Statistics
DOSKEY – Mengedit command line,recall commands,dan create macros
DSADD – Menambah user (computer, group..) ke dalam active directory
DSQUERY – Menambah item ke dalam active directory
DSMOD – Modify user (computer, group..) di dalam active directory
ECHO – Menampilkan message pada monitor
ERASE – Menghapus satu atau lebih file
EXIT – keluar dari window CMD
EXPAND – Uncompress file
EXTRACT – Uncompress CAB files
FC – Membandingkan 2 buah file
FDISK – Disk Format dan partition
FIND – Mencari sebuah text string di dalam sebuah file
FINDSTR – Mencari strings di dalam files
FOR /F -Loop command: untuk beberapa files sekaligus
FOR – Loop command: all options Files, Directory, List
FORFILES – Batch process multiple files
FORMAT – Memformat sebuah disk
FREEDISK – Menampilkan free disk space (dalam bytes)
FSUTIL – File and Volume utilities
FTP – File Transfer Protocol
FTYPE – Menampilkan/mengubah file types yg digunakan dalam file extension
GLOBAL – Menampilkan daftar anggota dalam global groups
GOTO – Mengarahkan sebuah program batch untuk melompat ke labelled line
HELP – Online Help
HFNETCHK – Network Security Hotfix Checker
IF – Conditionally perform a command (perintah bersyarat)
IPCONFIG – Configure IP
KILL – Menghapus program dari memory
LABEL – Memberi/mengubah label disk
LOCAL – Menampilkan daftar anggota local groups
LOGEVENT – Menulis text ke dalam NT event viewer.
LOGOFF – Keluar dari system / Mengeluarkan user dari system
LOGTIME – mencatat tanggal dan waktu dalam sebuah file
MAPISEND – Mengirim e-mail dari command line
MEM – Menampilkan memory usage
MD – Create new folders
MODE – Configure a system device
MOUNTVOL – Mengatur Mount point dalam sebuah volume
MOVE – Memindahkan file dari sebuah folder ke folder lain
MOVEUSER – Menindahkan user dari sebuah domain ke domain lain
MSG – Mengirim message
MSIEXEC – Microsoft Windows Installer
MSINFO – Windows NT diagnostics
MSTSC – Terminal Server Connection (Remote Desktop Protocol)
MUNGE – Mencari dan Menganti text di dalam sebuah file (find & replace)
MV – Meng-copy file yang sedang/sementara digunakan
NET – Mengatur network resources
NETDOM – Domain Manager
NETSH – Configure network protocols
NETSVC – Command-line Service Controller
NBTSTAT – Menampilkan networking statistics (NetBIOS over TCP/IP)
NETSTAT – Menampilkan networking statistics (TCP/IP)
NOW – Menampilkan current Date and Time
NSLOOKUP – Name server lookup
NTBACKUP – Backup folders
NTRIGHTS – Edit user account rights (wilayah akses yg diizinkan oleh admin)
PATH – Menampilkan atau mengatur search path untuk executable files
PATHPING – Melacak route plus network latency dan packet loss
PAUSE – Menahan proses sebuah batch file and menampilkan message
PERMS – Menampilkan permissions (wilayah akses) user
PERFMON – Performance Monitor
PING – Menguji (test) network connection
POPD – Restore previous value dari sebuah directory yang di-save oleh PUSHD
PORTQRY – Menampilkan status ports dan service
PRINT – Print text file
PRNCNFG – Menampilkan, mengatur, atau mengubah nama printer
PRNMNGR – Menampilkan, menghapus, atau menambah daftar printer; set default printer
PROMPT – Mengubah command prompt
PsExec – Menjalankan proses jarak jauh (remote)
PsFile – Menunjukkan file2 yang dibuka dari jarak jauh
PsGetSid – Menampilkan SID sebuah computer atau user
PsInfo – Menampilkan informasi dari sebuah system
PsKill – Menghentikan proses melalui process ID
PsList – Menampilkan detail informasi dari sebuah proses
PsLoggedOn – Who’s logged on (mengecek secara lokal atau melalui resource sharing)
PsLogList – Event log records
PsPasswd – Mengubah account password
PsService – Menampilkan dan mengubah services
PsShutdown – Shutdown atau reboot computer
PsSuspend – Suspend/menahan proces
PUSHD – Menyimpan/Save dan mengganti current directory
QGREP – Mencari kata/kalimat di dalam file yg sesuai dgn pola/line yg ditentukan.
RASDIAL – Mengatur RAS connections
RASPHONE – Mengatur RAS connections
RECOVER – Memulihkan/Recover damaged file dari sebuah disk defective (rusak).
REG – Membaca, mengatur, atau menghapus registry keys dan values
REGEDIT – Mengimport/mengeksport registry settings
REGSVR32 – Register/unregister file DLL atau ocx
REGINI – Mengubah Registry Permissions
REM – Merekam/mencatat comments (remarks) di dalam sebuah batch file
REN – mengubah nama file
REPLACE – Mengganti/Replace atau meng-update sebuah file dengan file line
RD – Delete folder
RDISK – Create Recovery Disk
RMTSHARE – Share folder atau printer
ROUTE – Memanipulasi network routing tables
RUNAS – Menjalankan sebuah program dgn menggunakan user account lain.
RUNDLL32 – Menjalankan sebuah DLL command (add/remove print connections)
SC – Service Control
SCHTASKS – Create or Edit Scheduled Tasks
SCLIST – Display NT Services
ScriptIt – Control GUI applications
SET – Display, set, atau remove environment variables
SETX – Set environment variables secara permanent
SHARE – Mendaftar atau edit sebuah file share atau print share
SHORTCUT – Create windows shortcut (.LNK file)
SHOWGRPS – Menampilkan daftar NT Workgroups atau user yang telah joined
SHOWMBRS – Menampilkan daftar Users yg merupakan member dari sebuah Workgroup
SHUTDOWN – Shutdown computer
SLEEP – Menunggu selama beberapa saat
SOON – Menjadwal(schedule) sebuah command untuk beberapa waktu kemudian
SORT – Sort input
START – membuka sebuah window baru, untuk menjalankan program atau command tertentu
SU – Switch User
SUBINACL – Edit file & folder Permissions, Ownership serta Domain
SUBST – Menyesuaikan sebuah path dengan drive letter
SYSTEMINFO – Menampilkan daftar system configuration
TASKLIST – Menampilkan daftar aplikasi dan service yang sedang berjalan
TIME – Menampilkan atau mengubah waktu pada system
TIMEOUT – Delay processing sebuah batch file
TITLE – Menentukan judul window untuk sebuah session CMD.EXE
TOUCH – mengubah timestamps sebuah file
TRACERT – Melacak route ke sebuah remote host
TREE – Tampilan grafis dari struktur folder
TYPE – Menampilkan isi dari sebuah text file
USRSTAT – Menampilkan daftar domain usernames dan last login
VER – Menampilkan version information
VERIFY – Memeriksa apakah files telah ter-save
VOL – Menampilkan disk label
WHERE – Mencari dan menampilkan files di dalam sebuah directory tree
WHOAMI – Menampilkan current UserName dan current domain
WINDIFF – Membandingkan isi dari dua atau lebih file.
WINMSD – Windows system diagnostics
WINMSDP – Windows system diagnostics II
WMIC – WMI Commands
XCACLS – Mengubah file permissions (hak akses)
XCOPY – Copy files dan folders

Cara mengubah Wifi laptop menjadi Akses Point

Cara mengubah Wifi laptop menjadi HOTSPOT

Membuat HOTSPOT Access Point dengan Topologi Infrastruktur menggunakan WiFi LAPTOP dalam 1 LANGKAH Mudah & Cepat = 1 detik, 1 Baris!
Fitur:
1) Access Point = YES!
2) Repeater = YES!
3) Custom = YES!
4) Programmable = YES!

  • Tanpa Bayar/Gratis,
  • Tanpa Download
  • Tanpa Software
  • Tanpa Driver Emulasi
  • Apa adanya
Cara singkat padat:
Quote:
Spoiler for Command Promt:
Ketik di command promt sbb:
netsh wlan set hostednetwork mode=allow ssid=”kaskus hotspot” key=selamatdatang & netsh wlan start hostednetworkuntuk mematikan hotspot:
netsh wlan stop hostednetwork
***
Cara lebih detil silakan disimak paparan berikut ini
Halo gan ketemu lagi dg ane cindy.wijaya the real nubie 
Kali ini ane mo share membuat HOTSPOT dg Wifi Laptop Tanpa Modal! pada Windows 7 (tidak hanya laptop sebenernya, pc jg bisa menggunakan wifi eksternal).
Ya, benar tanpa modal tanpa instal, tanpa download. Sekarang juga laptop agan sekalian dpt menjadi Wifi Access Point Infrastruktur seperti halnya menggunakan divais Access Point pada umumnya. Lebih lanjut perbandingan antara topologi adhoc vs infrastruktur dapat dilihat disini
Pendahuluan
Quote:
Spoiler for Pendahuluan:
Harga router bahkan 3G Router saat ini sdh sgt mrh, namun kebutuhan setiap orang trutama yg mobile kesana2i serta membutuhkan suatu krj teamwork maka diperlukan suatu perangkat router yg sgt fleksibel, murah, meriah tanpa modal. Bisa jg membawa 3G Router, namun kadang msh memakan tempat saat kt membutuhkan jg tas yg ramping.Kadang kt tdk sadar bahwa kita memiliki komputer/laptop yg powerfull yg mampu memancarkan WiFi dan terhubung dg berbagai perlengkapan sekaligus dan saling berbagi data bahkan berbagi koneksi Internet. Selama ini kt sudah terbiasa dg koneksi antar laptop dg menggunakan mode adhoc. Namun tahukah kt bahwa laptop kita bisa lebih dari itu? Yaaa, kt akan membuat wifi laptop kt sebagai perangkat Access Point!
Ada beberapa software yg sudah populer untuk membikin hotspot ini seperti connectify dan Virtual Router (win7). Namun kadang kita menjumpai masalah saat menggunakan software tadi.
1. connectify
masalah:
Bluescreen (BSOD) saat konek ke 3G/EVDO modem. Padahal koneksi dari modem inilah yg bisa jadi akan kita share khan?
BSOD di connectify ini terjadi akibat driver emulasi divais network yg tidak tersertifikasi jadi mengalami crash.
Spoiler for BSOD Connectify on Google:

Spoiler for BSOD Connectify on Google:

beberapa kasus connectify juga mencegah sistem/menjadi tidak dapat standby & hibernate.
2) Virtual Router
Interfacenya sangat mudah cuma kadang tidak working.
3) SoftAp, aplikasi softwap ini paling populer sejak dulu. Softaware ini selanjutnya banyak digunakan sbg oem bagi produk2 usb wifi. Interface softare ini sangat bagus tapi memerlukan driver yg sesuai dg software softap ini. SoftAp sangat mumpuni di platform Windows XP sedangkan di Win7 occasionally not working atau gagal untuk merubah ke mode STA.
Quote:
Nah, kadang cara manual bisa lebih ampuh
Berikut cara bagaimana membikin Laptop kita menjadi Pure ACCESS POINT! dan menjadikan Hotspot di area sekitar kita
KERANGKA BERFIKIR:
Quote:
Membangung Infrastruktur
Hotspot>Sharing Internet>Berbagi>STOPSetelah Infrastruktur HOTSPOT dibangun, maka prosesnya tinggal:
Start>Stop = Mudahkan, kurang dari 1detik! Tampilan Klien sebelum Hotspot dibangun
Spoiler for Klien Sebelum Hotspot dipancarkan:

MEMBANGUN HOTSPOT!
Quote:
1) Membangun Infrastruktur Hotspot
Buka Command Promt (win+R) setelah itu ketik: CMD
Spoiler for Command Promt:

dalam jendela command promt ini ketikkan:
netsh wlan set hostednetwork mode=allow ssid=”kaskus hotspot” key=selamatdatang
Spoiler for Membangun Infrastruktur HOTSPOT:

Hasilnya:
Pada tahap ini infrastruktur hotspot sudah selesai! mudah kan?
Spoiler for Infrastruktur HotSpot Selesai Dibangun:

2) Membuat INTERNET Berbagi (Optional, bisa dilewati atau sudah dilakukan sebelumnya)
Jika tidak perlu internet berbagi tahap ini dpt dilewati. Kadang kita memang tidak menshare fasilitas internet untuk sebuah jaringan, misal: hanya untuk bertukar data, game network offline, dsb.
Untuk membuat Internet berbagi berikut caranya:
Buka:
Control Panel\Network and Internet\Network Connections
Spoiler for Network Connection:

Pilih dimana koneksi internet yang akan dibagi, misal disini:
PCM100 ZTE Wireless Terminal > Klik Kanan > Properties
1) Pilih Tab: Sharing
2) Centang: Allow other network…
3) Pada bagian Home Networking connection, pilih: Microsoft Virtual Wifi Miniport Adapter* kl profile bisa saja: “Wireless Network Connection 2” atau yg lain yg penting adapternya = “Microsoft Virtual Wifi Miniport Adapter” > bs dilihat diproperti koneksi.
4) OK
Quote:
*Windows 7 starter/home tidak menyertakan utilitas jaringan secara penuh, termasuk tidak ada tab shareuntuk membagi koneksi internet.
Spoiler for No Share Tab @ Windows 7 Starter:

Spoiler for Internet Berbagi:

Pilih: Microsoft Virtual Wifi Miniport Adapter* kl profile bisa saja: “Wireless Network Connection 2” atau yg lain yg penting adapternya = “Microsoft Virtual Wifi Miniport Adapter” > bs dilihat diproperti koneksi.
Spoiler for Klik OK saja, jika muncul jendela ini:

Kita telah selesai mensetup koneksi dari modem PCM100 ZTE agar dapat dibagi bersama.
3) Memulai HOTSPOT
untuk memulai hotspot cukup dengan menulis perintah berikut:
netsh wlan start hostednetwork
Spoiler for Memulai HOTSPOT:

Taraaa, Hotspot Telah dipancarkan!

informasi ini saya dapat dari : http://sofasogut.wordpress.com/2011/08/06/cara-membuat-wifi-laptop-menjadi-hotspot/